Bappenas Soroti Pentingnya Tata Kelola Data dan Talenta Digital Hadapi Ketidakpastian Global
Rynaldi Tallamma
Selasa, 23 Juni 2026 pukul 05:06
8

Pemanfaatan data, inovasi, dan kepemimpinan adaptif menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Hal tersebut menjadi kunci dalam Public Seminar 2026 dengan tema Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future yang diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) di Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang, Sabtu (20/6).
Seminar ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, akademisi, dan dunia usaha untuk membahas strategi menghadapi perubahan global melalui kepemimpinan, inovasi, transformasi digital, dan penguatan pemanfaatan data. Diskusi dipandu oleh Eka Budiarto dan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Enggartiasto Lukita, Dini Maghfirra, serta Adi Nugroho.
Kehadiran perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian PANRB menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung agenda transformasi digital nasional. Para narasumber sepakat bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), serta perubahan pola kerja menuntut individu dan organisasi untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.
Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital sekaligus Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia Kementerian PPN/Bappenas, Dini Maghfirra, menegaskan bahwa data merupakan aset strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, pemanfaatan data secara optimal menjadi fondasi bagi pengambilan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis bukti (evidence-based policy).
“Di tengah dinamika global dan percepatan transformasi digital, data menjadi aset strategis bagi pemerintah. Pengambilan keputusan yang didukung data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan akan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat."
Selain itu, Dini juga menambahkan bahwa dinamika global dan perkembangan teknologi yang cepat mendorong perubahan besar pada tata kelola data. Kehadiran teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI) menuntut seluruh organisasi, termasuk instansi pemerintah, untuk terus beradaptasi.
Lebih lanjut, Dini menjelaskan bahwa perubahan lingkungan global dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat turut mendorong transformasi tata kelola data. Kehadiran teknologi baru, termasuk AI, menuntut seluruh organisasi, baik pemerintah maupun nonpemerintah, untuk terus beradaptasi dalam memanfaatkan data secara optimal.
Menurutnya, penguatan tata kelola data tidak dapat berdiri sendiri. Upaya tersebut harus didukung oleh kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan talenta digital yang memadai. Sinergi antara data yang berkualitas dan SDM yang unggul menjadi fondasi penting bagi keberhasilan transformasi digital nasional.
Sementara itu, Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, transformasi digital membutuhkan integrasi layanan, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan talenta digital yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Executive Chairman B-Universe sekaligus Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2016-2019, Enggartiasto Lukita, menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi perubahan yang semakin dinamis. Ia menilai pemimpin masa kini harus mampu membaca arah perubahan dan beradaptasi dengan cepat agar organisasi tetap relevan dan berdaya saing.
Rektor Swiss German University, Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi, perkembangan AI, transformasi digital, dan dinamika global menciptakan tantangan sekaligus peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan pembangunan nasional,” ujar Samuel.
Ia menambahkan bahwa tema seminar tersebut sejalan dengan komitmen SGU dalam mendukung transformasi digital Indonesia melalui program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri masa depan. Seperti fokus pada teknologi informasi, keamanan siber, kecerdasan buatan, data science, inovasi bisnis, hingga transformasi digital.
Seminar yang dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, profesional muda, dan masyarakat umum tersebut berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu dibahas, mulai dari kepemimpinan di era disrupsi, pemanfaatan data untuk pembangunan nasional, transformasi digital layanan publik, hingga kompetensi yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, pemanfaatan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi prasyarat penting dalam menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui semangat kolaborasi yang diusung Satu Data Indonesia, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta diharapkan terus memperkuat ekosistem data nasional guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global
Tridias Soja Anggraini
Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Sekretariat Satu Data Indonesia tingkat Pusat
Kementerian PPN/Bappenas

"Dapatkan informasi terkini dari Satu Data Indonesia
langsung lewat email Anda."


