Percepatan Akses Data untuk Dashboard Monev Program Makan Bergizi Gratis: Dorong Integrasi Data Lintas Sektor
Mulia Megantari
Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 02:08
1

Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan Dashboard Monitoring dan Evaluasi (Monev) MBG. Program yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi, menurunkan angka stunting, memperbaiki kualitas pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengurangi kemiskinan ekstrem.
Pertemuan koordinasi ini membahas strategi percepatan akses data lintas instansi, penyepakatan timeline, dan penunjukan PIC teknis untuk mendukung mekanisme berbagi pakai data system-to-system pada hari Selasa, 12 Agustus 2025 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat.
Dalam pembukaan rapat pembahasan percepatan akses data MBG, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan bahwa efektivitas dan efisiensi program sangat bergantung pada kelancaran berbagi pakai data antar instansi.
“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat ditentukan oleh efektivitas dan efisiensi berbagi pakai data. Tantangan data sharing perlu kita pahami bersama, karena ekosistem MBG harus berjalan solid. Bappenas akan menyampaikan surat resmi terkait permintaan data untuk mendukung pembangunan dashboard ini,” ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, memaparkan desain dan progres pengembangan dashboard lintas sektor yang akan mengukur dampak MBG di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan UMKM. Menurutnya, dashboard ini tidak hanya berfungsi untuk memantau pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar perbaikan kebijakan di masa depan.
“Dashboard ini tidak hanya memantau pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar perbaikan kebijakan di masa depan. Data akan diintegrasikan menggunakan kode referensi dan dibagikan melalui SPLP yang keamanannya dijamin BSSN, sementara tata kelolanya mengacu pada Satu Data Indonesia,” jelas Vivi. Ia menambahkan, tujuan jangka panjangnya adalah memanfaatkan big data dan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memudahkan proses analitik dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan sekaligus Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Pungkas Bahjuri Ahli, menambahkan bahwa dashboard juga dirancang untuk melakukan simulasi dan forecasting kebutuhan di masa depan.
“Salah satu tujuan dashboard ini adalah melakukan simulasi dan forecasting untuk berbagai kebutuhan di masa depan, karena MBG memberi dampak pada kesehatan, ekonomi, kemiskinan, dan pendidikan,” ungkapnya.
Sekretaris Utama BGN, Brigjen (Purn) Sarwono, menyoroti pentingnya integrasi dashboard sesuai arahan Presiden dan pelibatan operator resmi di setiap kementerian. Ia juga mengungkapkan bahwa BGN telah mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pelaporan secara real-time.
“Integrasi dashboard harus mengikuti arahan Presiden dan melibatkan operator resmi di setiap kementerian. Kami juga telah mendorong SPPG melaporkan data secara real-time,” kata Sarwono.
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menjelaskan bahwa tahapan awal implementasi dimulai dengan verifikasi SPPG yang saat ini berjumlah 5.019 unit, terdiri dari dapur yang dibangun BGN, dapur hasil kerja sama dengan TNI/Polri maupun organisasi kemasyarakatan, serta dapur mandiri. Proses pendaftaran dan verifikasi ini melibatkan pemenuhan 10 persyaratan lokasi dan dua dokumen administrasi, dengan tenggat pembangunan dapur selama 45 hari bagi mitra baru.
“Tahapan awal dimulai dengan verifikasi SPPG. Saat ini ada 5.019 SPPG yang terdaftar dengan mekanisme dapur mandiri, kerja sama lintas instansi, dan dapur yang dibangun BGN,” terangnya.
Dari sisi tata kelola data, Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital sekaligus Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia (SDI), Dini Maghfira, menyampaikan bahwa Bappenas telah mengidentifikasi kebutuhan data untuk pengembangan dashboard, meski sebagian masih belum terpenuhi. SDI berkomitmen membantu menyiapkan sistem aliran data system-to-system untuk memudahkan pengumpulan data SPPG secara real-time serta mengembangkan pemanfaatan AI untuk analisis data surveillance.
“Integrasi system-to-system akan memudahkan pengumpulan data SPPG secara real-time. Kami juga berencana mengembangkan AI untuk analisis data surveillance, agar pemantauan dan evaluasi program lebih cepat dan akurat,” jelas Dini.
Dengan dukungan ekosistem data yang terintegrasi melalui Satu Data Indonesia, Dashboard Monev MBG diharapkan menjadi single source of truth yang menyajikan informasi akurat, konsisten, dan dapat dipercaya. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi program, tetapi juga memperkuat dampak positif MBG bagi kesehatan anak, kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penanggulangan kemiskinan di seluruh Indonesia.
Penulis: Tridias Soja Anggraini
Editor: Mulia Megantari
Sekretariat Satu Data Indonesia
Kementerian PPN/Bappenas

"Dapatkan informasi terkini dari Satu Data Indonesia
langsung lewat email Anda."


