Satu Data Indonesia Bahas Pemanfaatan AI untuk Percepatan Transformasi Digital dan Penguatan Program Prioritas Nasional
Mulia Megantari
Senin, 21 Juli 2025 pukul 06:07
1

Transformasi digital bukan hanya tentang mengadopsi teknologi terkini, melainkan juga tentang bagaimana teknologi tersebut menjawab kebutuhan konkret pembangunan nasional. Salah satu inovasi strategis yang tengah didorong dalam konteks ini adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), yang menjadi sorotan utama dalam diskusi kolaboratif antara Indonesia dan US Trade and Development Agency (USTDA) atau Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (AS) yang merupakan lembaga independen pemerintah AS untuk memajukan pembangunan ekonomi dan kepentingan komersial Amerika Serikat di negara-negara berkembang.
Dalam sesi diskusi bertema "U.S.–Indonesia Collaboration in the Artificial Intelligence Sector", Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital sekaligus Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, Dini Maghfirra, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara untuk mengembangkan sistem AI yang adaptif dan berkelanjutan demi mendukung agenda pembangunan nasional jangka panjang. Salah satu program prioritas yang sangat membutuhkan dukungan teknologi ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Program MBG bukan hanya soal distribusi makanan sehat, tetapi menyangkut sistem data yang merekam proses dari hulu ke hilir. Kami berharap sistem kecerdasan artifisial dapat digunakan untuk melacak rantai pasok, memantau pelaksanaan, dan menyajikan data real-time yang langsung terhubung ke dashboard MBG. Dengan begitu, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berbasis bukti," ujar Dini Maghfirra.
AI dinilai mampu menghadirkan lompatan besar dalam hal efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program nasional. Dalam konteks MBG, AI dapat digunakan untuk memantau kesiapan logistik, kehadiran peserta, distribusi makanan, hingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak penerima manfaat. Seluruh data tersebut akan membantu pemerintah melakukan evaluasi berkala serta perbaikan sistem secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dini juga menyinggung pentingnya tata kelola data yang kuat untuk mendukung pengembangan AI di Indonesia. Saat ini, Satu Data Indonesia terus mengembangkan prinsip-prinsip interoperabilitas, integrasi, dan standarisasi data yang menjadi fondasi dalam mewujudkan ekosistem AI yang inklusif dan aman. “Kita tidak bisa bicara AI tanpa bicara data. Maka, penguatan kualitas data dan ketersediaan metadata adalah bagian dari pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” imbuhnya.
Dalam penyampaian selanjutnya, Dini juga menjelaskan bahwa implementasi AI telah mulai dimanfaatkan di sektor-sektor strategis seperti pelayanan kesehatan publik, perencanaan kota cerdas (smart city), hingga manajemen bencana. Namun demikian, tantangan juga tetap ada, termasuk keterbatasan infrastruktur digital, ketimpangan talenta digital, dan isu regulasi perlindungan data pribadi.
Melalui momentum kolaboratif seperti ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem digital nasional, sekaligus memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Penulis: Tridias Soja Anggraini
Editor: Mulia Megantari
Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat
Kementerian PPN/Bappenas

"Dapatkan informasi terkini dari Satu Data Indonesia
langsung lewat email Anda."


