Musrenbangnas RPJMN 2025-2029: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berbasis Ekonomi Pancasila
Mulia Megantari
Kamis, 16 Januari 2025 pukul 00:01
15

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Senin (30/12).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan nasional yang berbasis pada ekonomi Pancasila yang merupakan perpaduan antara pasar bebas dan ekonomi yang direncanakan, yang mengutamakan asas kekeluargaan sesuai dengan nilai-nilai UUD 1945.
“Kita harus memastikan bahwa perencanaan pembangunan dilakukan secara konkret dan realistis guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Presiden.
Presiden juga mengingatkan bahwa sumber daya alam harus dijaga sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, harus berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber daya alam demi memastikan keberlanjutan pembangunan.
Dalam Musrenbangnas ini, Pemerintah menetapkan delapan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama masa pemerintahan Presiden Prabowo. Strategi-strategi tersebut akan menjadi landasan dalam menyusun RPJMN 2025-2029, yang akan menjadi pedoman strategis pembangunan nasional untuk lima tahun mendatang.
Prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029 merupakan penjabaran Asta Cita, misi dari Presiden. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, rencana pembangunan ke depan akan membidik tiga sasaran utama pembangunan, yakni penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pencapaian pertumbuhan.
“RPJMN menekankan pada percepatan penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pencapaian pertumbuhan yang tinggi, adil dan berkelanjutan,” tutur Menteri Rachmat.
Sasaran utama pembangunan dalam RPJMN 2025-2029 meliputi penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,5-5 persen pada 2029 dan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2026, peningkatan Indeks Modal Manusia 0,59 pada 2029, serta pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen. Sasaran tersebut dicapai melalui pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, mencakup 17 program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat.
“Program ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy.
Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 menjadi tonggak penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan, dengan harapan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mengukuhkan peran Indonesia sebagai negara maju di kancah internasional.
Kolaborasi dan sinergi penting untuk mewujudkan RPJMN 2025-2029, melalui penyelarasan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Provinsi/Kabupaten/Kota, juga wajib selaras dengan RPJMN 2025-2029.
“Kami mengharapkan dukungan dari para Menteri Koordinator, Menteri Dalam Negeri, seluruh menteri, dan kepala lembaga agar program-program prioritas dalam RPJMN ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” pungkas Menteri Rachmat.
Penulis: Tridias Soja Anggraini
Editor: Mulia Megantari
Bidang Komunikasi & Publikasi Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat Kementerian PPN/Bappenas

"Dapatkan informasi terkini dari Satu Data Indonesia
langsung lewat email Anda."