
Badan Riset dan Inovasi Nasional
07-11-2022
13-08-2024
99de31e5-3799-4fad-b70b-f590cf227b10
INFORMASI: Data berikut ini masih dalam proses pemenuhan Prinsip SDI.
Produksi Tepung Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Kaya Pati Resisten Melalui Fermentasi Bakteri Asam Laktat dan Pemanasan Bertekanan-Pendinginan
Pati resisten atau Resistant Starch (RS) adalah pati yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan dan tidak dapat diserap di dalam usus halus, namun dapat mengalami proses fermentasi secara lambat oleh bakteri di usus besar sehingga bisa memperbaiki kesehatan saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kadar RS tepung gadung melalui fermentasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan pemanasan bertekanan-pendinginan. Irisan gadung difermentasi dengan kultur campuran Bakteri Asam Laktat selama 18 jam pada suhu 37oC . Irisan gadung hasil fermentasi selanjutnya diautoklaf (121oC, 15 menit) dan didinginkan (4oC , 24 jam), perlakuan dilakukan untuk satu dan dua siklus. Selanjutnya, irisan gadung dikeringkan (70oC, 16 jam), digiling dan diayak (80 mesh) untuk mendapatkan tepung gadung modifikasi. Perlakuan dua siklus pemanasan bertekanan-pendinginan mampu meningkatkan kadar RS pada tepung gadung modifikasi dibandingkan dengan satu siklus pemanasan bertekanan-pendinginan. Kadar RS tertinggi dicapai pada perlakukan dua siklus pemanasan bertekanan-pendinginan (Autoclaving Cooling-2 Siklus/AC-2S) tanpa fermentasi sebesar 6,86 persen bobot kering (bk), yang merupakan peningkatan 3,2 kali lipat jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol (2,14 persen bk). Kandungan amilosa tinggi yang dihasilkan perlakuan pemanasan bertekanan-pendinginan berasosiasi dengan tingginya kadar RS tepung gadung modifikasi. Peningkatan kadar RS pada tepung gadung modifikasi menyebabkan penurunan daya cerna pati gadung. Jurnal Pangan, Vol. 26, No. 2.
