
Badan Riset dan Inovasi Nasional
07-11-2022
13-08-2024
40804fec-742f-429d-a029-a71534b6ca02
INFORMASI: Data berikut ini masih dalam proses pemenuhan Prinsip SDI.
Penyediaan Bibit Sengon (Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen) Unggul melalui Seleksi Benih Pohon Plus dan Teknologi Enkapsulasi
Ketersediaan benih tanaman kehutanan unggul sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sektor kehutanan maupun lahan marginal. Sengon (Paraserianthes falcataria) adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang bersifat tumbuh cepat, mampu tumbuh pada tanah miskin hara dan drainase yang kurang baik. Bibit sengon unggul dikoleksi dari pohon sengon plus di Kebun Plasma Nutfah Tumbuhan dan Hewan Puslit Bioteknologi-LIPI. Analisis genetik dilakukan menggunakan marka biokimia isozim sedangkan analisis pertumbuhan dilakukan berdasarkan parameter pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih sengon plus memiliki keunggulan dalam hal karakteristik morfologi dan viabilitas benih serta pertumbuhannya berdasarkan ukuran tinggi dan diameter. Untuk penghijauan lahan marginal, keunggulan benih tidak hanya ditentukan berdasarkan karakter morfologi dan pertumbuhannya, tetapi viabilitas benih merupakan hal yang sangat penting karena lahan marginal mempunyai kondisi ekstrim. Salah satu upaya untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan pemanfaatan teknologi enkapsulasi benih yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat rata-rata perbiji sengon plus memiliki kisaran yang lebih tinggi (13.6 – 26.2 g/biji) dibanding dengan biji sengon biasa (12.8 – 17.6 g/biji). Secara umum viabilitas benih sengon plus lebih tinggi (41,28%) dari biji pohon pembanding (20,16%). Pertumbuhan benih sengon yang dienkapsulasi menggunakan tanah dan mikoriza Glomus aggregatum (kepadatan 15%) adalah tertinggi (5,4 cm) dan berbeda nyata (p<0,05) dengan kontrol. Benih sengon unggul dan berenkapsulasi telah ditanam di Kebun Botani Puspiptek Serpong untuk observasi lebih lanjut. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Hijau I ”Litbangyasa untuk Mendukung Realisasi Industri Hijau” Semarang, 21 Mei 2014. Kementerian Perindustrian, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. Hal. 175-182
