SDI Logo

INFORMASI: Data berikut ini masih dalam proses pemenuhan Prinsip SDI.

Pemijahan dan Perkembangan Larva Siput Gonggong (Strombus Turturella)

Terbatas

Siput gonggong (Strombus turturella) merupakan salah satu komoditas perikanan yang sering dieksploitasi sehingga populasinya semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pemijahan dan perkembangan larva siput gonggong di laboratotium. Pemijahan induk siput gonggong dilakukan pada bak berkapasitas 1 ton. Perangsangan pemijahan dilakukan melalui penggantian air bak sebanyak 90% setiap 24 jam hingga induk siput betina melepaskan telur-telurnya. Pemijahan didahului dengan peristiwa kopulasi, dan fertilisasi terjadi di dalam tubuh betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelahan sel telur pertama kali terjadi dua jam setelah telur dilepaskan oleh induk betina. Pembelahan sel telur terus berlangsung, mulai dari dua sel, empat sel, hingga multisel. Sel telur memasuki fase gastrula 48 jam setelah pemijahan. Selanjutnya embrio memasuki fase trokofor dan menetas 96 jam setelah telur dilepaskan. Masa larva berenang bebas berlangsung selama empat hari untuk kemudian mengendap (settle) di dasar bak seiring dengan terbentuknya cangkang yang pertama kali. Larva berkembang hingga mencapai ukuran cangkang 5 mm setelah 20 hari. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 4, No. 1, Hal. 107-113

Data and Resources

Metadata

Nama Data
Kode Instansi
Nama Instansi
ID DDP
Nama DDP
Sumber Referensi
Tahun Tersedia
Kode SDS
Type SDS
Versi SDS
Definisi
Ukuran
Satuan
Klasifikasi Penyajian
Kode Referensi
Versi Kode Referensi
Metode