Badan Riset dan Inovasi Nasional
07-11-2022
13-08-2024
43a482e5-36dc-4528-835d-4eeb65d3db5d
INFORMASI: Data berikut ini masih dalam proses pemenuhan Prinsip SDI.
Model Mineralisasi Pembentukan Opal Banten
Opal merupakan permata yang setara bahkan dapat lebih berharga dari intan. Di Indonesia, opal permata dijumpai di Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Opal Banten dikenal karena keindahan permainan warnanya. Tulisan ini merupakan ulas balik hasil penelitian terdahulu yang berupa penelitian awal pembentukan opal Banten, karakteristik opal-CT, dan penentuan tipe opal berdasarkan analisis geokimia serta ditambah beberapa data baru sehingga dapat dibuat model mineralisasinya. Penelitian yang telah dilakukan meliputi penelitian lapangan dan analisis mineralogi/gemologi, petrografi, X-RD , serta geokimia unsur utama dan unsur jarang. Opal Banten termasuk opal-CT yang menunjukkan permainan warna bagus. Opal ini terjadi karena proses pelapukan dan pelindian silika sehingga membentuk opal pada batulempung abu-abu gelap. Model pembentukan terbagi dalam 3 periode; pada Pliosen Awal terjadi pengendapan batuan vulkanik klastik yang kaya gelas volkanik sebagai endapan fluvial. Setelah itu pada Pliosen Akhir - Plistosen terjadi proses pelipatan, pelapukan, dan pelindian silika. Retakan, pelipatan dan patahan yang terjadi mempercepat proses pelapukan dan pelindian sehingga terbentuk opal pada sayap lipatan hingga Holosen. Daerah prospek opal terdapat pada satuan tufa bersisipan konglomerat dan breksi pumis, di sayap antiklin. Batuan pembawa opal adalah batulempung berwarna abu-abu gelap yang berada di bawah konglomerat polimik/batupasir kerakalan dengan struktur silang siur dan erosional, dengan kedalaman lebih dari 8 m. Kata Kunci : opal, proses pembentukan, model mineralisasi Jurnal Geologi Indonesia,Badan Geologi- Kementrian ESDM, Bandung, hal 151-170; Vol 5, No 3, September 2010
