SDI Logo

INFORMASI: Data berikut ini masih dalam proses pemenuhan Prinsip SDI.

Kondisi Terkini Kualitas Air dan Tingkat Kesuburan Danau Maninjau

Terbatas

Danau Maninjau memiliki multifungsi, yaitu sebagai pembangkit listrik (PLTA), usaha perikanan tangkap dan budidaya ikan di keramba jaring apung (KJA), area wisata alam, irigasi untuk pertanian dan keperluan domestik. Banyaknya aktivitas yang bergantung pada danau ini telah menyebabkan limbah yang masuk ke dalam danau semakin meningkat. Limbah dari budidaya KJA yang mengandung bahan organik yang berasal dari sisa pakan, ekskresi dan feses ikan diduga menjadi penyebab utama turunnya kualitas air danau. Untuk mengetahui kondisi terkini kualitas air dan tingkat kesuburan Danau Maninjau telah dilakukan pengambilan sampel air danau pada bulan Mei, Agustus dan Oktober 2011 dari tujuh titik sampling. Parameter kualitas air yang diamati meliputi kandungan oksigen terlarut (DO), suhu, turbiditas, kejernihan air, konduktivitas, pH, bahan organik terlarut dan bahan organik total (DOM dan TOM), total nitrogen (TN), total fosfor (TP), amonium, nitrit dan nitrat, serta kandungan klorofil-a. Hasil analisis sampel air tersebut menunjukkan bahwa Danau Maninjau telah berada pada status hipereutrofik. Rata-rata suhu air permukaan danau telah meningkat menjadi 28,6-31,1ºC. Ledakan populasi alga Microcystis sp. yang diamati pada bulan Oktober 2011 menyebabkan kandungan klorofil-a menjadi tinggi, sedangkan kejernihan air dan kandungan oksigen terlarut sangat rendah. Selain itu, banyak dijumpai ikan mati yang terapung di dalam maupun di luar keramba. Parameter kualitas air yang lain seperti konsentrasi amonium, nitrit dan nitrat masih berada dalam kisaran normal. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, Vol. 39, No. 1. Hal. 31-48

Data and Resources

Metadata

Nama Data
Kode Instansi
Nama Instansi
ID DDP
Nama DDP
Sumber Referensi
Tahun Tersedia
Kode SDS
Type SDS
Versi SDS
Definisi
Ukuran
Satuan
Klasifikasi Penyajian
Kode Referensi
Versi Kode Referensi
Metode