Pembina Data Beberkan Strategi Implementasi Satu Data kaitannya dengan Data Geospasial

Pembina Data Beberkan Strategi Implementasi Satu Data kaitannya dengan Data Geospasial

DATA.GO.ID, BOGOR – Badan Informasi Geospasial gelar Gelar Wicara secara Daring (Webinar) dengan tajuk Strategi Implementasi Satu Data Indonesia (SDI) pada Kamis, 29 Juli 2021 melalui zoom meeting. Acara yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian acara menuju Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial ini juga disiarkan melalui youtube dengan jumlah views mencapai 1000 penonton.

Tahun ini Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial mengusung tema Sinergitas Penyelenggaraan Informasi Geospasial Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Reformasi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan. 

Webinar dibuka oleh Muh Aris Marfai, kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang menyatakan bahwa telah banyak terjadi silent revolution yang dilaksanakan pemerintah dalam pengarusutamaan kegiatan informasi geospasial dalam kegiatan pembangunan, yang didukung dengan penetapan regulasi sebagai fondasi pelaksanaan.

Selain itu, flagship review dari Kementerian PPN/Bappenas dalam perencanaan pembangunan nasional menekankan pada holistik, integratif, tematik, dan spasial, mengindikasikan bahwa aspek spasial menjadi salah satu pilar penting dalam perencanaan pembangunan nasional.

Pembina Data Beberkan Strategi Implementasi Satu Data kaitannya dengan Data Geospasial
Webinar Strategi Implementasi Satu Data Indonesia (SDI)

Koordinator Forum Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Taufik Hanafi yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian PPN Bappenas menjelaskan peran penting Satu Data Indonesia dalam mendukung Tema RKP 2021 yaitu Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial melalui empat fokus pembangunan; yaitu pada bidang Industri, Pariwisata, dan Investasi, Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, Reformasi Sistem Perlindungan Sosial, dan Reformasi Sistem Ketahanan Bencana.

Satu Data Indonesia hadir untuk menunjang proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan melalui pemenuhan data yang berkualitas. Kaitannya dengan penyelenggaraan Satu Data Indonesia, Badan Informasi Geospasial berperan penting sebagai Pembina Data Geospasial.

“Penting sekali peran dari BIG sebagai pembina data geospasial, dalam terus menyediakan infrastruktur regulasi, infrastruktur kelembagaan, dan juga juknis-juknis yang diperlukan sebagai prasyarat terselenggaranya Data Geospasial di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah” tambah Taufik

Selanjutnya, Sumaryono, Plt. Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial menyampaikan dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia, perlu strategi untuk menguatkan infrastruktur geospasial, mulai dari infrastruktur kebijakan, infrastruktur kelembagaan (Data dan Standar Data), Sumber Daya IG yang kompeten, serta teknologi.

Hal ini dapat dimulai dengan harmonisasi kebijakan SDI dan Simpul Jaringan Informasi Geospasial. Sumaryono juga menyebutkan bahwa diperlukan tindaklanjut strategi implementasi SDI di daerah dengan melakukan penguatan kerangka implementasi SDI tingkat Daerah (Legalitas, Portal, dan Aktivasi dan Sosialisasi), pembentukan kelembagaan, dan pengelolaan data sebagai aset.

Pembina Data Beberkan Strategi Implementasi Satu Data kaitannya dengan Data Geospasial
Webinar Strategi Implementasi Satu Data Indonesia (SDI)

Turut hadir Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik, Imam Machdi. Imam menuturkan mengenai  Strategi implementasi SDI Data Statistik dan Integrasinya dengan Spasial dengan menggarisbawahi pentingnya mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien melalui penguatan kebijakan SSN, pembinaan SDM Statistik, kolaborasi penggunaan data administrasi, pengembangan metodologi dan big data, serta pengembangan infrastruktur Statistik Nasional.

Selain pemaparan mengenai peran Pembina Data Statistik dan Geospasial, webinar juga membahas mengenai Potensi Pemanfaatan Data Geospasial dalam Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Negara yang dipaparkan oleh Yan Inderayana dari Kementerian Keuangan. Yan menyebutkan bahwa pemanfaatan data geospasial juga turut mendukung tusi Kemenkeu khususnya dalam optimalisasi penerimaan dan pengawasan, geotagging wajib pajak, serta data analytics.


Ditulis oleh Anggie Aditya Murti, S.I.P.
Bidang Komunikasi Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat
Kementerian PPN/Bappenas