Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Aplikasi INDAH BPS

DATA.GO.ID, JAKARTA Untuk  mewujudkan Pemanfaatan dan Pengembangan Aplikasi Indonesia Data Hub (INDAH), maka diselenggarakan Rapat Koordinasi, secara daring pada 30 Agustus 2021 lalu.

Rapat ini dihadiri Satu Data Indonesia (SDI), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Rapat ini membicarakan bagaimana pemanfaatan dan pengembangan Aplikasi Indah. 

Rapat dimulai dengan penjelasan mengenai prinsip Satu Data Indonesia yang terdiri dari 4 yaitu Standar Data, Metadata Baku, Kode Referensi dan Interoperabilitas.

Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Aplikasi INDAH - BPS
Hari Dwi Korianto, Direktur Sistem dan Prosedur Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas selaku Sekretaris Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat menjelaskan bagaimana skema interoperabilitas dan bagaimana portal data akan terintegrasi.

BPS berperan penting karena sebagai Dewan Pengarah, Dewan Pembina Data, dan sebagai Walidata. Data yang dimiliki BPS sangat penting untuk Satu Data Indonesia. 

Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Aplikasi INDAH - BPS
Wahyu Andrianto, Manajer Bidang Perencanaan, Analisis, dan Pemanfaatan Data menjelaskan Rancangan Awal SDI Sandbox mengelola proses penerapan Prinsip SDI terhadap data yang dilakukan secara tematik dan bertahap sesuai prioritas yang ditentukan.

SDI Sandbox ini juga memungkinkan pengguna melakukan uji coba analisa data untuk mendapatkan insights yang valuable. Andri juga menyampaikan bahwa Portal Open Data berisi data yang sudah sesuai dengan prinsip SDI dan bersifat terbuka (hak akses ditentukan oleh Walidata melalui Forum SDI), sedangkan Portal Forum SDI adalah portal dengan hak akses terbatas, yang memiliki beberapa fasilitas untuk mendukung terciptanya Satu Data, termasuk adanya Sandbox untuk mempersiapkan data untuk konsumsi publik, dan data untuk kebutuhan publik, dan data untuk kebutuhan analitik.

Portal SDI akan menyediakan laman/channel/tautan tematik bagi program-program Satu Data di K/L/D, atau tematik khusus yang dianggap perlu, antara lain Satu Data Kependudukan, Satu Data Kemiskinan, Datu Data Bantuan Sosial, Satu Data UMKM. 

Muchammad Romzi, Direktur Sistem Informasi Statistik BPS menyampaikan INDAH adalah langkah baru untuk integrasi data BPS, maka terbuka untuk diskusi bersama dan masih banyak ruang untuk improvement.

Sasaran Strategis INDAH adalah Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan yang Berkualitas dan Teratur. Indah akan sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia yaitu Standar Data, Kode Referensi, Metadata Baku, Interoperabilitas. Harapan dari INDAH bisa memudahkan masyarakat dan lembaga, dan bisa memanfaatkan data untuk mengambil keputusan.

INDAH sebagai Platform Solution yaitu sintesis (sistem infrastruktur statistik terintegrasi) berfungsi sebagai platform yang menyediakan service yang dapat digunakan untuk sistem internal dan eksternal serta mendukung peningkatan usabilitas data. 

Ada pun INDAH sebagai Data Solution yaitu INsightful Data for Human-Being yang menggunakan sintesis untuk memenuhi kebutuhan projek baik internal maupun eksternal.

INDAH sudah terintegrasi dengan beberapa Portal seperti Satu Data Bencana Indonesia, SDGs, Satu Data Kependudukan Indonesia, Big Data, Desa Cantik, Metropolitan Statistic Area, Satu Data Migrasi Internasional, Basis Data Tunggal UMKM. 

Roadmap Pengembangan Indonesia Data Hub (INDAH), terdapat 4 cakupan yaitu Data Integration, Data Exploration, Data Visualization, Data Delivery dan Ontology, dari cakupan tersebut setelah melalui proses panjang nantinya akan menghasilkan Final Product yaitu cloud native yang mempunyai respon cepat terhadap kebutuhan aplikasi baru, modernisasi aplikasi berbasis sistem terdistribusi (cloud), quick delivery dalam pengembangan aplikasi karena berbasis micro-services dan yang terakhir adalah cara baru untuk solusi inovatif yang cepat.

Romzi menyampaikan seringnya mengumpulkan Walidata tapi Produsen datanya tidak, menjadi kesalahan yang sering terjadi mengingat Produsen data adalah yang menghasilkan data, perlu diubah Tata Kelola data nya bukan hanya aturan mainnya tapi ada system yang menjadi pengikat, dengan sistem data transaksional pada penyedia statistik dapat terekam yang nanti akan menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan kedepan.

“Untuk Single Source of Truth dibutuhkan kolaborasi yang tidak hanya sekedar data tapi juga knowledge”.

Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Aplikasi INDAH - BPS
Muchammad Romzi, Direktur Sistem Informasi Statistik BPS menyampaikan Roadmap Pengembangan Indonesia Data Hub (INDAH)

Rapat ditutup dengan pernyataan Ervan Maksum, Staf Khusus Menteri PPN, Kementerian PPN/ Bappenas selaku Wakil Koordinator Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat yang mengatakan bahwa dalam membangun sistem dibenarkan bahwa kita tidak membangun benar-benar dari nol, yang ada akan meluruskan atau memperbaiki sistem yang sudah ada. 

Target kedepan SDI harus diperkuat melalui sistem, harus bergerak konkrit dalam konteks SDI yang memungkinkan untuk bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik untuk pemerintah, bukan hanya sekedar janji tapi dibuktikan melalui value untuk pemerintah dan publik.

Ditulis oleh Venna Aisyah R W, S.I.P.

Bidang Komunikasi Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat

Kementerian PPN/Bappenas 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *