Capture

Tonggak

Satu Data Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan KIBAR lewat gerakan Gerakan Nasional 1000 Startup meluncurkan platform Tonggak.id di Menara KIBAR, Jakarta Pusat pada Kamis (20/7). Tonggak.id merupakan wadah untuk para akademisi, peneliti, komunitas dan entrepreneur untuk saling bertukar pikiran dan mengubah masalah menjadi sebuah potensi, yang dapat dimanfaatkan oleh entrepreneur untuk menghasilkan sebuah ide peluang bisnis yang memberikan manfaat bagi orang banyak.

Menurut survei internal yang dilakukan para peserta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, sebagian besar anak muda yang ingin merintis startup mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan riset untuk menentukan ide bisnis yang diperlukan di kota mereka masing-masing. Selain itu, sebagian besar juga mengaku sulit melihat peluang, sekaligus menentukan solusi apa yang dapat mereka ciptakan dari permasalahan yang ada. Dari permasalahan tersebut, Tonggak.id hadir sebagai wadah untuk mengumpulkan data mengenai permasalahan yang ada di sekitar kita secara terkurasi, aktual dan tervalidasi bagi orang-orang yang ingin mendirikan startup.

Melalui Tonggak.id, para calon startup di Indonesia dapat menemukan peluang bisnis dengan membuat solusi atas permasalahan yang hadir di sekitar berdasarkan data yang tepat. Selain itu, platform ini juga bertujuan untuk mempermudah akses dan interpretasi dari suatu data agar dapat semakin mudah digunakan, serta didukung oleh penyajian data secara visual yang menarik sehingga memudahkan saat dilakukan interpretasi data.

”Melalui Tonggak.id, kami akan memberikan data untuk teman-teman yang ingin membuat startup agar dapat membangun bisnis berdasarkan permasalahan mendesak yang benar-benar nyata dialami masyarakat. Data tersebut kami dapatkan dari hasil riset kampus, lembaga pemerintahan, dan komunitas,” kata Octa Ramayana, co-founder dari Tonggak.id.

Satu Data Indonesia turut menginisasi hadirnya Tonggak.id sebagai salah satu upaya dalam mendorong reformasi tata kelola data Pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan data. Menurut Robertus Theodore, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, data akan bernilai lebih apabila dapat dimanfaatkan oleh pengguna data, baik oleh pemerintah dalam konteks data-driven decision making dan oleh masyarakat umum termasuk pelaku startup. Tonggak.id dapat menjadi platform dimana data Pemerintah dapat dimanfaatkan untuk menginspirasi pelaku startup dalam menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi banyak orang, serta sejalan dengan visi-misi Pemerintah sehingga bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Satu Data Indonesia memiliki peranan penting dalam platform Tonggak.id. Pertama, SDI mendorong ‘supplier’ data yang ada di Pemerintah untuk mempublikasikan data publiknya dan membuatnya mudah diakses pada data.go.id. Data yang ada pada portal dapat dimanfaatkan untuk menyusun bank of problems, yang kemudian dapat menginspirasi pelaku startup dalam membangun produknya serta mengambil kebijakan bisnisnya agar tepat sasaran. Kedua, SDI mendorong terciptanya forum komunikasi antara pelaku startup dan Pemerintah, baik itu di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Dengan adanya keterbukaan komunikasi, diharapkan dapat menciptakan kolaborasi dan Pemerintah secara bersama dengan pelaku startup dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

Untuk tahapan awal, Tonggak.id akan berfokus pada enam kategori berdasarkan program prioritas Presiden, yaitu ketahanan pangan.

Acara peluncuran Tonggak.id ini turut dihadiri oleh pembicara ang membahas isu mengenai keterbukaan data, yaitu Robertus Theodore (Tenaga Ahli, Kantor Staf Presiden), Dr. Eddy Junarsin, MBA (Kepala Sub. Direktorat Pengembangan Usaha, Universitas Gadjah Mada), Enda Nasution (Executive Director, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital), Ramda Yanurzha (Researcher, RTI), Surya Halim (CEO, Delman), dan Ketut Yoga (Founder, KokBisa Channel)


Leave a Reply

Captcha *