Kemarin malam tepat pukul 19.00, Satu Data Indonesia mendapat kesempatan berbagi #KASIH dengan Pemerintah Kota Bandung. #KASIH merupakan kependekan dari Kamis Berkisah, sebuah rubrik diskusi digital melalui Twitter yang diselenggarakan untuk memberikan informasi dan pengetahuan mengenai inisiatif keterbukaan data pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia. Tema #KASIH kali ini adalah Komitmen Pemerintah Kota Bandung terhadap Data Terbuka melalui Program Open Data Bandung.

PemKot Bandung bercerita bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan pemetaan dan identifikasi data pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) disana. Proses tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi/ roadshow program open data ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Pemerintahan Umum Sekertariat Kota bandung. Hal ini dilakukan guna membuat para pemegang kebijakan mengerti program dan cara kerja Open Data. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh komitmen Pemkot Bandung melalui deklarasi dukungan 100% Walikota Bandung terhadap gerakan keterbukaan data pada tanggal 5 Desember 2014.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung, tepatnya bidang Diseminasi Informasi, merupakan pihak yang menjadi penanggung jawab Open Data Bandung. Melalui badan ini Pemkot Bandung telah melakukan berbagai kegiatan untuk menyukseskan Open Data Bandung, antara lain menyelenggarakan Data Discovery Workshop (DDW), Bandung Open Data Summit and Challenge (BOSCHA), Scrap-A-Thon, dan Launching Portal Data Kota Bandung (data.bandung.go.id). Saat ini Diskominfo Bandung masih berfokus pada pemenuhan poin-poin dalam Bandung Command Center sebagai acuan Open Datanya. Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, & Dinas Bina Marga merupakan 3 SKPD utama dalam program-program tersebut karena hingga saat ini data-data dari ketiganya mendapatkan demand yang tertinggi dari masyarakat.

Pemkot Bandung juga menyampaikan kendala utama dalam melaksanakan program Open Data Bandung, yakni belum adanya payung hukum yang jelas dalam Peraturan Walikota terkait tata kelola data di Pemerintah Kota bandung sehingga petugas Pengolah Data dan Informasi sering menghadapi kendala birokrasi dalam menjalankan tugas pengumpulan data.

PemKot Bandung sendiri merasa bahwa tingkat kepercayaan masyarakat meningkat dan pemantauannya lebih dapat diukur dilihat dari meningkatnya akses terhadap situs data.bandung.go.id dan interaksi yang terjalin didalamnya. Namun, pemkot Bandung belum dapat mendata pemanfaatan data oleh masyarakat karena masih belum adanya feedback. Demikian Pemkot Bandung terus mengimbau peran serta masyarakat dalam memanfaatkan data yang disajikan dalam portal Bandung Open Data karena merupakan salah satu komponen dalam menjalankan Bandung Smart City.


Leave a Reply

Captcha *